Hijaumu

Aku memandangimu, di sisi favoritmu. Aku tak paham, apakah kau benar-benar nyaman di sana atau hanya mencari sudut untuk menghela napas lebih dalam. Ada saja yang bisa kau lakukan di atasnya, memutar-mutar bola mata ke arah televisi sambil sesekali berkomentar tentang siaran yang kau tonton. Terkadang pula kau ketuk-ketuk kaca aquarium di sampingnya, seolah mengajak main ikan-ikan lucu peliharaanmu. Sesekali juga ku sergap kau sedang menggoyang-goyang kaki, menikmati lantunan lagu terbaik di era mu. Atau kau hanya terlelap manja di atasnya.

Gampang menemuimu, intip saja dari celah pintu, pasti kau di situ, di sisi favoritmu.

Sisi itu, sofa hijau yang ku tau bukan warna favoritmu tapi menjadi tempat favoritmu. Hingga di Jumat ke-23 yang lalu pun, kau merintih kesakitan di sisi itu, sebelum pergi ke haribaan Ilahi.

Iklan