Biasa Saja

Bertemanlah dengan siapapun, dengan perasaan yang tidak berlebihan, biarlah biasa-biasa saja. Jangan letakkan harapan terlalu besar, jangan jadi terlalu baik, jangan menabur budi terlalu banyak.

Suatu saat nanti, akan ada yang tidak sesuai harapanmu. Kecewa-terluka siapa yang peduli?

Manusia datang dan pergi. Silih dan mungkin takkan berganti.

Biasa saja lah. Jangan terlalu banyak berkorban, hal itu hanya menimbulkan pengharapan-pengharapan. Berbuat baiklah, seikhlas-ikhlasnya. Jangan karena inginkan ini itu suatu waktu nanti, sehingga korbankan semuanya hari ini.

Iklan

Bawa Aku, Ayah

Ayah, aku lelah jadi dewasa.

Lelah kecewa dan mengecewakan. Lelah berkomitmen, lalu diingkari, hanya karna ada sesuatu yang harus didahului.

Betapa aku sendu, mengingat masa kecil itu. Bermain saja sepuasnya tanpa takut tersakiti. Pulangkan aku pada kenangan masa lalu, yang di dalamnya tidak banyak dihuni rasa sakit, meski goresan-goresan luka bersarang di lutut dan kedua sikuku.

Bawa aku bersenang-senang, Ayah. Bawa lagi aku pada senyum tanpa luka.

Terbawa Suasana

Tidak setiap perasaan baik untuk ditindaklanjuti, ada kalanya kita harus menahan diri, karena menurutinya bisa jadi merugikan orang lain. Hidup tidak untuk diri sendiri, kan?

Sulit memang, tidak hanya amarah, kadang saat jatuh cinta pun ingin ada yang perlu mengetahuinya. Entah dengan alasan untuk meminta pendapat atau pun sudah keterlaluan.

Marah tidak membuat kita bahagia, masing-masing hati akan terluka, sedang kemudian sangat sulit untuk diperbaiki seperti awalan. Begitu pula cinta, tidak melulu membuat suka, pada nyatanya cinta hanya awalan dari sebuah luka.

Tahan dulu, buat daftar perasaan mana yang perlu ditelusuri, karena ada marah dan cinta yang katanya, hanya “terbawa suasana” saja.