Mendadak Montir

Sejak kepergian ayah, enam bulan yang lalu. Pergaulan dan pembahasan¬† gue jadi sedikit berbeda. Kalau dulu di google gue sering blogwalking, sekarang di google bukanya forum perawatan motor dan mobil. Kalau dulu ngobrolnya sama chat group liqo’, temen SD sampai kuliah dan temen-temen seumuran lainnya, sekarang ngobrolnya bareng om-om somplak. Kalau dulu bahasannya cuma seputar pelajaran sampai cowok yang disuka, sekarang ngebahas tentang busi, radiator, aki, dan teman-teman seperjuangannya.

Merujuk dari forum dan chat group di WhatsApp, dengan niat yang tulus gue pengen otak-atik mesin mobil dari hal paling sederhana terlebih dulu.

Pertama, gue coba kuras radiator, biar gak sering panas, katanya. Menurut dari forum yang gue baca, cara kurasnya cukup disemprot air biasa yang cukup deras, biar airnya mengalir ke corong yang ada di bawah mesin hingga airnya bersih. Iya, harusnya air tersebut ngalir ke bawah, tapi gue lupa ngebukanya lebih dulu. Pas udah keisi penuh, dengan sigap gue buka penutup corong yang di bawah. Sudah tau dong apa yang terjadi? Ya, muka gue kesemprot air yang berminyak dan hitam pekat.

Kedua, setelah kejadian yang cukup menganaskan di atas. Gue gak pantang menyerah. Air radiator sudah bersih lagi. Kali ini gue coba ngebersihin mesin-mesinnya. Ngebersihin mesin-mesin mobil cukup dengan diusap-usap kain yang lembab, iya, lembab. Beberapa sisi sudah mulai kinclong, kemudian gue beralih ke aki. Di sini nih kejadiannya, entah kainnya yang melewati batas lembab alias basah, pas gue usapin di aki, kalian tau apa yang terjadi? He’eh, gue kesetrum. Gak ngerti dari mana arusnya, yang jelas jari-jari gue cukup lemas seketika.

Dua kejadian di atas membuat gue sekarang jadi gak bersemangat otak-atik mesin mobil. Semacam sudah berjuang mati-matian dapetin kamu tapi tetap ditolak. Kecewaaa

Iklan