105

Ma, saat ini aku benar-benar bahagia, karena aku masih dapat melihat mama setelah bangunku yang kesiangan dan sebelum tidurku yang kemalaman. Aku tau pundak itu lelah, kaki itu rapuh dan hati itu pilu. Namun apa dayaku, ketika mama masih memanjakanku sehingga aku lupa ada waktu yang cepat atau lambat telah menunggu.

Ma, aku terlahir atas doamu. Aku tumbuh atas ridamu.

Maafkan aku. Jika aku lebih percaya bahwa uang sudah cukup membuat mama bahagia. Jika aku lebih berpikir jauh dari mama akan lebih meringankan beban. Jika aku lebih memilih untuk diam karena malu menyusahkan mama. Sedangkan mama, tiap hari menanyakan kecukupanku. Sedangkan mama, tiap hari menanyakan kabarku. Sedangkan mama, tiap hari menanyakan kesibukanku. Sedangkan mama, memilih untuk jauh lebih rumit memikirkanku dari pada bahagia.

Ma, jangan esok, jangan lusa, jangan pula tahun depan. Jangan lebih dulu dariku.

Aku butuh mama dengan segala keangkuhanku. Maafkan aku.

 

Iklan

Jangan Minta

Jangan minta orang lain untuk tidak mengganggumu saat proses memperbaiki diri. Bagaimana mungkin tumbuhan membenci angin sedangkan ia sangat membutuhkannya untuk proses pertumbuhan.

Sebagaimana Q.S. Al-Hijr: 22,

Dan kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

Bukankah proses memperbaiki diri atau yang sering dikenal dengan hijrah itu adalah proses pengenalan dan perubahan dari yang salah menjadi benar, dari yang jelek menjadi baik. Lalu untuk apa repot-repot meminta orang lain untuk tidak begini, untuk tidak begitu hanya agar imanmu tidak goyah, lalu menyakitinya.

Bukankah tidak akan ada orang baik jika tidak orang jahat?

Bukankah tidak masalah walau sendiri jika di jalan yang benar?

Jika kamu patah hati, jangan minta orang yang mematahkan hatimu untuk pergi, karena move on itu tergantung kemauanmu sendiri. Sama halnya jika kamu hijrah, jangan minta orang lain untuk tidak mengajakmu berbuat salah, karena berada di jalan yang benar itu tergantung keyakinanmu sendiri.

Sebagaimana Q.S. Al-Qashash: 56

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.

jadi, sampaikan lah kebeneran dengan cara yang baik, berhijrahlah dengan hati yang baik, maktubkan niat semata-mata karena Allah dan untuk peringatan pada diri sendiri. Semoga kita senantiasa dalam kebaikan.

 

102

Mana mungkin aku punya kaki tidak pernah berlari ke kesalahan,

Mana mungkin aku punya tangan tidak pernah memegang kekhilafan,

Mana mungkin aku punya mata tidak pernah melirik ke kegelapan,

Mana mungkin aku punya mulut tidak pernah berucap kehinaan,

Mana mungkin aku punya hati tidak pernah memendam kedengkian.

Untuk itu, aku memohon maaf

Untuk itu, aku memohon maaf

Untuk itu, aku memohon maaf

Kepada siapapun,

Kepada yang dimanapun

dan kepada yang sedang bagaimanapun.

Aku paham, bahwa memaafkan setulusnya tidak semudah membenci sepuasnya

namun

Aku paham, bahwa manusia tidak dapat membenci secara sempurna, karena mereka tercipta bersamaan dengan hati.

* untuk yang pernah tersakiti. Mohon maaf dan ikhlas sepenuh hati.