Wanita baik

Wahai diri,

jadilah wanita baik. Yang benar-benar baik, bukan karena begitu-begini.

Jadilah wanita baik.

Yang ucapannya baik. Wanita baik itu lemah lembut, kata-katanya nenangin, sekalipun becanda, gak sampe ngelukain.

Jadilah wanita baik.

Yang sikapnya baik. Wanita baik itu tau batasan. Yang dapat memaksimalkan dirinya menjadi manfaat buat orang banyak.

Yang pikirannya baik. Wanita baik itu berpikiran positif. Yang gak gampang kesinggung. Yang pikirannya menjadi solusi.

Jadilah wanita baik. Yang benar-benar baik. Yang gak suka ngeluh, karena lemah lembut bukan berarti gak mampu ngapa-ngapain, kan? Wanita baik itu yang tau kekurangannya, tapi gak buka-bukaan urusan “dapur”nya. Wanita baik itu yang mampu meleburkan kelebihannya menjadi kebaikan buat orang lain.

Yang jelas lagi, wanita baik itu yang gak suka ghibah.

Iklan

Terbawa Suasana

Tidak setiap perasaan baik untuk ditindaklanjuti, ada kalanya kita harus menahan diri, karena menurutinya bisa jadi merugikan orang lain. Hidup tidak untuk diri sendiri, kan?

Sulit memang, tidak hanya amarah, kadang saat jatuh cinta pun ingin ada yang perlu mengetahuinya. Entah dengan alasan untuk meminta pendapat atau pun sudah keterlaluan.

Marah tidak membuat kita bahagia, masing-masing hati akan terluka, sedang kemudian sangat sulit untuk diperbaiki seperti awalan. Begitu pula cinta, tidak melulu membuat suka, pada nyatanya cinta hanya awalan dari sebuah luka.

Tahan dulu, buat daftar perasaan mana yang perlu ditelusuri, karena ada marah dan cinta yang katanya, hanya “terbawa suasana” saja.